Ulasan Film: Persahabatan Raja Gagap dan Terapis Wicaranya

 











Judul Film: The King's Speech

Sutradara: Tom Hooper

Penulis: David Seidler

Tayang: 2010

Pemain: Colin Firth, Geoffrey Rush, Helena Bonham Carter

Durasi: 120 menit

Perusahaan Produksi: Momentum, Paramount Pictures


Adalah Alberth, seorang Pangeran dari Kerajaan Inggris, sering di-bully oleh sekelilingnya karena memiliki gangguan bicara sampai dewasa. 


Hal ini membuat Bertie, nama panggilan Alberth yang nanti dikenal sebagai Raja George Ke-6, tumbuh menjadi orang yang tidak mempercayai dirinya dan cenderung tidak berani mengekspresikan perasaannya. 


David, abang tertuanya, sering meniru cara bicara Alberth dengan maksud mengolok-olok dan mengerdilkan peran adiknya. Bertie hanya bisa diam menahan rasa geram. 


Sejak kecil Bertie terbiasa disetir oleh ayah dan abangnya. Berbeda dengan Bertie yang tumbuh menjadi anak penurut maka David berubah menjadi anak yang suka membangkang dan berbuat hal-hal yang mengkhawatirkan kedua orang tuanya. 


Perilaku David ini membuat ayahnya memaksa Bertie bersiap-siap untuk menggantikan abangnya sebagai penerus tahta. Raja George V sudah meramalkan kalau perilaku David hanya akan membawa kehancuran bagi Kerajaan Inggris. 


Bertie segera dipenuhi rasa takut dan panik dengan beban yang dilimpahkan kepadanya. Dia takut bila nantinya dikenal sebagai Raja Gagap yang akan memalukan. 


Bertie tidak lahir dengan kondisi gagap. Dia hanya ingat bahwa dia mulai mengalami gangguan bicara saat berusia empat tahun. 


Melihat kondisi Bertie yang semakin dipenuhi kepanikan, Liz, istri Bertie, segera mencari cara untuk menyembuhkannya. Liz dan Bertie berkeliling dari satu dokter ke dokter lain untuk mendapatkan kesembuhan. Sayangnya, kondisi gagap Bertie semakin parah. Setiap kali Bertie berusaha membawakan pidato di khalayak, tak ada satu pun kata yang dapat keluar. Hal ini membuatnya semakin frustasi dan memaki diri. 


Sampai satu hari, Liz direkomendasikan oleh ahli bahwa ada satu terapis wicara yang cocok untuk Bertie, namanya Lionel Longue. Metode yang dipakainya tidak konvensional bahkan cenderung ekstrim. Dan metode Longue membawa perubahan besar bagi Bertie. Bukan hanya pemulihan gagap, tapi pemulihan luka batin yang dialaminya. 


Ada satu kalimat panjang yang kusuka di film ini. Lionel Longue mengucapkannya ketika Bertie berulang kali menolak kondisi diri dan pengobatannya. 


"Kau harus meyakinkan dirimu bahwa kau mau dipulihkan. Gagapmu bukan bagian permanen dari dirimu. Kapasitasmu lebih besar dari itu."


Di kemudian hari, Dokter Valentine, salah satu anak Longue-lah yang menyerahkan dokumen ayahnya kepada Penulis David Seidler untuk dijadikan referensi utama penelitian film yang rilis di tahun 2010 ini. 


Sebagai guru yang mengajar di sekolah inklusi, film berdurasi dua jam ini banyak memberikan penguatan dan pengetahuan bagiku. Aku bersyukur diberi kesempatan menjadi guru bagi mereka. Membersamai proses tumbuh anak-anak berkebutuhan biasa dan khusus adalah salah satu pengalaman terbaik yang sangat kusyukuri. 


Ada beberapa hal yang menjadi catatan penting dari film ini yang dapat kubagikan:

1. Kondisi yang dialami Bertie bisa terjadi pada siapa pun. Penderita harus mengakui bahwa kondisi ini dapat dipulihkan dengan kemauan yang kuat dari diri sendiri. 


2. Peran orang di sekitar sebagai support system sangatlah besar dalam  menambah semangat Penderita. Kondisi Bertie yang tidak mendapat dukungan dari kecil mulai dipulihkan ketika Liz, anak-anaknya dan Lionel, terapis wicaranya mendukung terus menerus. 


3. Proses pulih berlangsung terus menerus. Selama ditangani, Bertie berulang kali relapse. Latihan keras yang dijalaninya sering tidak mempan ketika rasa paniknya menyerang. Namun, Bertie tidak menyerah. 


4. Belajar mengenal diri sendiri akan membawa pemulihan bagi psikis dan fisik. Ketika Bertie bertekad mau mengenali dirinya lebih dalam, dia mulai berani mengikis rasa takut yang selama ini membelenggunya. Bertie mau menemui dirinya dan mengakui kondisinya. Hasilnya, Bertie mendapatkan lagi kepercayaan diri dan berdamai dengan kondisinya. 


Apakah kamu pernah menonton film ini? Adakah pelajaran penting yang juga kamu dapatkan? 


Medan, Maret 2025



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ulasan Film Bumi Manusia

Ulasan Series It's Okay, That's Love

Menantu atau Mertua yang Menyebalkan?